Sang Serigala Telah Pulang

Setelah membaca postingan kabar dari grup di Facebook, saya bergegas. Laju sepeda yang seharusnya ke kantor, saya arahkan ke info lokasi yang terbaca tadi. Cukup satu kali bertanya arah.

Dari arah berlawanan saya berpapasan dengan Ferdy. Tangannya mengisyaratkan bahwa saya harus putar balik. Dan benar saja. Dari balik gang langsung menyembul mobil bpbd dengan sirinenya yang meraung-raung.


Petang itu saya dan beberapa kawan sedang akan rapat membahas kegiatan Grebeg Sedekah. Di warung kopi cak wang yang kala itu masih berada di kantin fisip unej. Kamu sedang bercengkrama dengan Nana, seorang kawan yang baru saya kenal dari kegiatan berbagi. Itu pertama kali saya benar-benar bertatap muka denganmu.

Kali berikutnya dalam acara CLBK yang digagas oleh Tamasya di Kedai Gubug. Kamu tampil menyanyikan lagu dengan gaya parodi. Begitu kocaknya. Saya pun baru tahu kalau ternyata selain personel Tape Ketan, kamu juga personel Tamasya pada masanya.


“Nov, sibuk?”

“Nggak Cak, piye?”

“Sabtu sore, aku kate susur sungai ndek muara mangrove Getem. Iso melok?”

“Oke”

“Kumpul nang kantorku ya”

“Siap”

Begitulah sederhananya dirimu, Nov. Selalu menyenangkan banyak orang dengan caramu. Selalu menyanggupi banyak ajakan/permintaan jika benar-benar sedang tidak ada pekerjaan lain.

Tentu saya mengenalmu sebagai sosok Pecinta Alam sejati. Itu kenapa setiap kali ada kegiatan yang berhubungan dengan penyu, mangrove ataupun sungai selalu mengajakmu. Dan Mas Hamka tentunya.

img-20160531-wa0070

Masih ingat ketika saya mengajakmu survey jalur susur sungai di lengkong mumbulsari? Debit air begitu tinggi karena semalam sebelumnya hujan turun deras sekali. Saya takut Nov. Sangat takut. Tapi kamu memastikan bahwa kondisinya aman. Jika tidak ada kamu sudah pasti saya batal turun.

Lantas, sekarang siapa lagi yang akan saya ajak ya Nov???

Pahlawan lingkungan. Gelar itu sangat pantas disandangkan padamu. Jika tidak ada kamu mungkin tidak ada kegiatan “Resik-Resik Kali” nya Grebeg Sedekah. Kegiatan rutin yang namanya telah dikenal di seluruh Jember. Tak banyak yang tahu bahwa kamu Koordinatornya Nov. Karena kamu memang tanpa pamrih.


Malam itu, saya hanya berharap sebuah lelucon. Walau sangat tidak mungkin lantaran Mbak Mevi yang memberi kabar. Tapi saya gak bisa beranjak mencarimu Nov. Maaf. ALbirru demam ditambah lagi saya harus ke Surabaya keesokan paginya.

fb_img_1480054818739

Mata tak pernah berhenti memperhatikan smartphone yang terus saya genggam. Mencari kabarmu baik di media sosial ataupun grup whatsapp. Kabar hilangmu telah tersebar luas. Dan dari kejauhan saya hanya bisa merapal doa memohon keajaiban.


“Sang” adalah nama panggilan untukmu yang saya dengar dari Sahabat karibmu Kakak Bangga.

“Serigyala” adalah nama panggilan yang beberapa tahun terakhir ini tersematkan padamu dari kawan-kawan.

“Kethek” adalah nama lapanganmu di kegiatan kepecinta alaman.

Dan saya begitu bangga bisa mengenalmu begitu dekat. Dengan begitu banyak nama yang tersemat. Sekalipun hanya empat tahun saja jatah yang diberikan TUHAN.


Hujan begitu deras mengguyur Jember, Nov. Tentu saja juga membasahi tanah kuburmu yang tertutup begitu banyak Bunga. Sama banyaknya dengan orang-orang yang turut hadir di pemakaman tadi.

Banyaknya orang yang hadir menandakan kamu orang yang baik Nov. Sangat baik malah. Hadirmu disetiap kesempatan adalah kebahagiaan bagi banyak orang.

Di setiap akun media sosial tiap-tiap orang saling mendoakanmu. Menceritakan banyak kebaikanmu. Seperti saya yang juga menyimpan kenangan manis tentangmu. Akan saya ceritakan pada ALbirru kelak, betapa hebatnya kamu mencintai alam dan mencintai kawan.


Selamat jalan Noveri Eko Purnomo. Selamat mbonglembong di alam sana. Selamat juga karena telah mempersunting bidadari surga. Seperti pesan yang kamu sampaikan pada banyak kawan.

“Tanggal 25 November tunggu saja. Aku kate “nembak”.”

 

12 thoughts on “Sang Serigala Telah Pulang”

  1. Mohon maaf..
    Sy tdk pernah ketemu almarhum..
    Kenal pun tidak..
    Tapi entah kenapa sy selalu memantau beritanya terus..
    Baik di kwj, iwj ataupun lewat akun medsos, dan berita digital lainnya..
    Entah kenapa sy kepo terhadap berita almarhum..
    Bahkan saat sy nulis ini, mata sy basah..
    Dan bertambah basah karena tulisan indah ini..
    Orang baik..
    Wafat di hari baik..
    Syahid karena tenggelam..

    Mas Noveri..
    Aku iri pada caramu pergi..
    Selinting bunga kau sulap jadi taman mewangi..

    Aku iri pada caramu bercanda..
    Secarik peta kau lukiskan denah menuju surga..

    Aku iri pada caramu pulang..
    Senyummu damai.. Wajahmu tenang..

    Aku bangga padamu..
    Meski tiada kenal, dan tanpa temu..
    Lahul Faatihah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *