Kacamata Frame Hitam

Sebagai Generasi yang hidup di awal-awal masuknya dunia digital membuat kita susah menjauh dari gadget. Banyak hal yang dapat menjadi mudah karena gadget. Mulai dari urusan pekerjaan, jodoh hingga hiburan tentunya.

Namun, lantaran gadget juga akhirnya saya harus dipaksa merubah penampilan.

………………………………………

Sejak mengenal Tokoh Clark Kent dalam Film Superman menjadikan penampilannya sebagai sesuatu hal yang saya idolai. Ketika sedang tidak menggunakan kekuatan supernya, Clark Kent menggunakan kaca mata dengan frame hitam tebal.  Dengan gayanya yang cool membuat anak-anak seusia saya (kala itu) ingin meniru penampilannya.

Clark Kent (Gambar dari sini)

Saya bahkan pernah membeli kacamata frame hitam ala Clark Kent hanya untuk bergaya. Tentu saja hanya untuk bergaya sebab saya tidak ingin ada masalah dengan mata. Dulu sempat sesumbar bahwa saya tidak akan menggunakan kacamata seumurhidup ini sebab mata ini baik-baik saja. Itu sebelum gadget masuk di tahun 2000-an.

…………………………………….

Sakit kepala adalah penyakit yang sering saya alami selain masalah perut. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tidak berani untuk CT Scan. Hanya menduga-duga mungkin akibat pernah  jatuh dengan posisi kepala membentur lantai terlebih dahulu. Itu ketika ujian lompat balok pada pelajaran olahraga kala SMA.

Istri saya tercinta mengatakan bahwa customernya ada yang sering sakit kepala dan itu disebabkan mata silinder. Saya kembali sesumbar bahwa mata saya baik-baik saja. Masih bisa baca dengan jelas. Apalagi mengetahui nominal uang dari kejauhan, canda saya.

Akhir-akhir ini saya merasa mata saya sedikit bermasalah. Iya, sedikit kok. Nggak banyak. Pernah suatu ketika di sebuah acara rapat. Saya benar-benar tidak bisa melihat apa yang muncul di layar proyektor. Mungkin karena proyektornya gak fokus, pikir saya. Ketika saya tanyakan kawan sebelah, rupanya dia bisa membaca dengan sangat jelas. Itu jelas membuat saya shock. Usia kawan saya ini sama persis dengan usia saya.

Sejak belajar Facebook Advertising, tingkat penggunaan gadget semakin meningkat. Entah itu laptop ataupun smartphone. Dan, ya… saya sering pusing karena itu. Leher terasa kaku.

Beberapa hari kemudian kawan smp saya datang berkunjung (dolan) ke kantor. Sembari ngopi dan ngobrol santai, dia menawarkan untuk periksa mata. Kebetulan dia memiliki usaha optik di Bondowoso.  Demi menghormati kawan terpaksa saya mau diperiksa.

Hasilnya,…. jeng… jeng… jeng…  Mata Kanan minus 75 dan Mata Kiri minus 125.

Baiklah, di usia yang masih 35 tahun ini jelas mata saya telah kalah dan akhirnya harus bergantung dengan bantuan kacamata. Penampilan berubah.  Demi juga membahagiakan istri atau setidaknya mirip-mirip Oppa-Oppa di Drama Korea yang digandrunginya.

Tenang, ini bukan masalah puber kedua nya para pria di usia seperti saya ini. Hati saya masih baik-baik saja dan semoga akan terus baik-baik saja. Terpaksa merubah penampilan karena masalah mata, sekalian saja saya manfaatkan dengan terjun di dunia fashion. Anggap saja sambil menyelam minum kopi susu.

Tentang fashion, lain kali saja saya kembali cerita. Saran saya, sebaiknya periksakan mata mu. Siapa tahu jadi berubah penampilan menjadi lebih keren macam saya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *