Info Wisata: Rawa Indah Alas Sumur Bondowoso

Dulu setiap kali jalan-jalan ke luar kota bareng Bapak, panduannya hanya garis putih di Jalan. Menurut Bapak, garis putih di Jalan itu menunjukkan jalan besar. Jadi gak mungkin tersesat. Wajar saja, lha wong kota tujuannya seringkali hanya Bali dan Bandung.

Beda dengan saya yang lebih suka memanfaatkan aplikasi map di smartphone. Walaupun terkadang jadi riweh ketika tiba-tiba lost signal.

Seperti hari minggu kemarin, kami sekeluarga besar ingin menjajal wisata baru di Bondowoso. RAWA INDAH ALAS SUMUR. Mengandalkan google map, kami menuju lokasi. Saya mengikuti jalur yang diarahkan pada peta. Namun ternyata jalan hanya bisa diakses satu mobil saja.

Bapak memilih putar balik saja daripada tejrugub sama mobil atau truk malah jadi salbut. Akhirnya cara tradisional pun harus dilakukan yaitu “bertanya”.

Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di lokasi. Jalan bisa diakses oleh kendaraan roda 2 dan 4 hingga ke parkiran.

whatsapp-image-2016-11-20-at-12-24-49-pm

Dengan membayar dua ribu rupiah perorang, kita sudah bisa menikmati pemandangan rawa yang indah. Totok Hariyanto selaku Kepala Desa Alas Sumur yang berinisiatif untuk mengelola rawa ini sebagai destinasi wisata. Sebelumya rawa ini memang banyak dikunjungi orang untuk memancing.

whatsapp-image-2016-11-21-at-10-57-18-am-1

 

Melalui Badan Usaha Milik Desa, Rawa Indah Alas Sumur mulai dikelola dengan baik. Ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan di tempat ini. Bersantai di bale-bale yang berada di area rumah makan. Untuk masuk saja kita harus membayar dua ribu rupiah lagi perorang. Karena dari rumah sudah bawa bekal jadi hanya beli dua cangkir kopi. Harga percangkirnya dikenai tujuh ribu rupiah untuk sebuah kopi tubruk.

whatsapp-image-2016-11-21-at-10-57-18-am

Adek saya kemudian membeli karcis untuk naik bebek kayuh. Perkarcis sebesar Rp. 10.000,- untuk sekali naik dan bisa dinaiki 2-4 orang. Tapi saat itu sangat ramai dan antriannya tidak teratur. Jadi orang bisa saling berebut untuk naik. Alhasil karena malas rebutan jadinya karcis dikembalikan dan uang kembali utuh.

whatsapp-image-2016-11-20-at-12-24-14-pm-1

Yang beruntung tentu saja istri karena berhasil naik flying fox dan dikenai karcis sebesar Rp 5.000,- saja. Cek murahe. Dan saya kebagian ngemong AL dan tukang potret. Yang penting mereka bahagia.

Jika dalam 2 tahun dan di kondisi pelosok yang ternyata emang bersinyal lemah ini proses pengembangannya sudah sebagus ini, saya yakin kedepan akan jauh lebih bagus lagi.

Ada banyak hal yang bisa dipoles, seperti event lomba mancing atau menambah wahana perahu dayung. Gandeng operator selluler pun bisa dilakukan untuk memfasilitasi infrastruktur internet. Karena digital marketing perlu terus digencarkan agar semakin banyak wisatawan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *