I love Monday and other days

Kemarin adalah Rabu rasa Senin. Hampir semua karyawan negeri ataupun swasta sudah harus masuk kerja setelah libur lebaran. Sama seperti Senin di minggu-minggu biasa maka status yang menunjukkan keengganan untuk masuk kerja pun bermunculan.

Senin besok adalah hari pertama anak-anak masuk sekolah setelah libur panjang akhir tahun pelajaran ditambah libur lebaran. Di hari pertama libur panjang begini akan berbeda sikap anak-anak dengan orang dewasa. Mereka akan sangat antusias untuk segera masuk sekolah. Mengenakan seragam baru, sepatu baru, kaos kaki baru, tas baru, lingkungan baru bagi yang baru masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan rindu ingin bertemu kawan-kawan sekolahnya.

I HATE MONDAY, begitu banyak orang mengungkapkan keengganannya untuk mengawali hari setelah liburan akhir pekan ataupun liburan panjang. Sebuah keengganan atau rasa malas untuk menjalani hari di kantor muncul karena kita tidak mencintai pekerjaannya.

foto-motivasi-buya-hamka

“Kalau bekerja sekedar bekerja, Kerbau di sawah juga bekerja” begitu Buya Hamka menuturkan. Karena berbagai alasan tuntutan orangtua, tuntutan sosial, tuntutan jurusan kuliah yang juga salah jurusan menjadi dasar melakukan ini semua. Tidak melakukan pekerjaan yang dicintainya. Bekerja tidak sesuai Passion.

Pilihannya adalah Leave or Love What You Do.

Jika masih bujang maka Leave What You Do bisa jadi pilihan. Melakukan pekerjaan karena keterpaksaan akan merugikan diri sendiri dan perusahaan/instansi tempat bekerja. Stres adalah kerugian terbesar untuk diri sendiri selain juga waktu yang terbuang percuma. Bagi perusahaan/instansi tentunya akan sangat rugi mempekerjakan orang yang bekerjanya ogah-ogahan sehingga performa yang tidak baik ini bisa menular ke pekerja lainnya. Hasil pekerjaan menjadi tidak berkualitas atau bahkan tidak tepat waktu.

Gali kembali apa yang menjadi Passion kita. Lalu cari potensinya yang bisa kita jadikan Profesi. Melakukan hal yang kita cintai seperti tidak pernah melakukan sebuah pekerjaan. Tidak ada namanya beban kerja lagi karena yang muncul adalah rintangan kecil untuk ditaklukkan. Jangankan bekerja di hari senin, bahkan bekerja di hari libur hingga lembur pun akan dilakukan.

Lantas bagaimana jika sudah tidak mungkin lagi untuk berhenti atau pindah kerja? Keluarga adalah alasan terbesar karena tanggungjawab untuk menafkahi. Maka Love What You Do. Kita bisa belajar pada anak-anak yang begitu antusiasnya masuk sekolah lantaran beragam hal baru yang akan dilakukan atau dipamerkan ke teman-temannya. Kita bisa mengubah tampilan kita untuk masuk kantor. Jika tidak memungkinkan maka bisa kita coba dengan cara melewati jalan yang tidak biasanya menuju kantor. Jika biasanya kita ke kantor naik mobil coba ganti dengan naik sepeda motor atau sepeda angin atau mungkin naik angkot. Bisa juga dengan mengubah tatanan meja kerja kita.

Mencoba hal-hal baru di luar kebiasaan akan mengubah sudut pandang kita sehingga menciptakan semangat baru atau rasa penasaran terhadap segala sesuatu. Kita bisa mencari hal-hal yang membuat kita jatuh cinta untuk masuk kantor. Mengawali hari dengan sebuah semangat akan menciptakan hal yang lebih baik nantinya dibanding dengan mengawali hari dengan perasaan tertekan.

Tersesat pun menjadi hal yang seru buat anak-anak

Tersesat pun menjadi hal yang seru buat anak-anak

Menjadi dewasa memang melelahkan. Di Hari Anak Nasional ini mari kita belajar kembali bagaimana menjadi anak-anak. Melihat sesuatu hal sebagai sebuah hal baru, tantangan baru ataupun mainan baru. Melakukan sesuatu hal atas dasar passion, atas dasar kecintaan. Karena semakin kita dewasa, semakin kita terlalu serius menjalani hidup ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *