Air Terjun Sumbergadung

Tiba-tiba saja bumi seperti berputar. Muadzin telah menyerukan Iqamah tanda Sholat Berjamaah Subuh akan dimulai. Sambil terhuyung-huyung saya segera menuju tempat wudhu untuk bersuci dan mengganti pakaian yang lebih bersih. Masih untung tidak sampai ketinggalan satu rakaat pun. Kepala terasa seperti dihantam palu godam. Doa selesai sholat yang terpanjatkan hanya satu, yaitu agar sakit di kepala ini segera hilang.

Tidak kuat menahan sakit ini saya kembali rebahan. Tak sampai satu jam, ALbirru menangis di pinggir kasur lantaran Bunda nya pergi ke pasar. Terpaksa kembali bangun sekalipun kepala seperti mau pecah. Untung tak berapa lama Bunda sudah datang. Saya rebahan lagi di kursi tamu. Teringat janji untuk ke melihat Air Terjun di Ledokombo.

Rencananya janji ke Ledokombo saya batalkan, tapi rupanya Pokmaswas Kalijogo sudah siap. Dengan kepala yang masih sakit saya segera mandi, menggunakan seragam lalu berangkat ke kantor. Menemui atasan untuk pamit dan berangkatlah saya bersama Dino kawan kantor saya yang baru lulus SMA.

Saya memilih dibonceng saja karena pusingnya masih saja terasa. Kami berhenti di Balai Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo untuk menemui Pak Sugiono Ketua Pokmaswas Sungai Brantas yang juga Kaur (Kepala Urusan) Keamanan Desa Lembengan. Bersama beliau kami menuju kolam yang rencananya akan dimanfaatkan oleh Pokmaswas Sungai Brantas sebagai tempat pemancingan.

Kolam yang direncanakan untuk Pemancingan

Kolam yang direncanakan untuk Pemancingan

Lokasi kolam cukup strategis berada di pinggir jalan arah menuju Sempolan. Kolam tersebut milik seorang warga keturunan Tionghoa yang sudah tidak terpakai lagi. Warga tersebut memperbolehkan Pokmaswas Sungai Brantas untuk memanfaatkannya.

Ngobrol santai di rumah Pak Sugiono

Ngobrol santai di rumah Pak Sugiono

Dirumahnya, Pak Sugiono bercerita bahwa beliau adalah Mbahnya Para Pemancing se Jember. Beliau sangat antusias ketika saya mendukung rencananya untuk membuka kolam pemancingan. Sebuah kelompok masyarakat tidak akan berjalan jika tidak ada dana. Namun, dana cuma-cuma atau hibah yang kerap di berikan Pemerintah juga akan menjadi percuma jika tidak didampingi dan diarahkan. Dalam hal ini, saya menyarankan agar Pokmaswas membuat perencanaan yang matang dan memanfaatkan bantuan benih ikan dari Dinas sebagai Modal awal. Hasil dari pemancingan nantinya sebagian digunakan untuk membeli benih ikan lagi, sebagian lagi di tebar di Sungai yang berada di bawah kolam dan sebagian lainnya untuk kesejahteraan anggota.

Niat yang baik terkadang memang tidak berjalan dengan baik. Semoga apa yang saya lakukan ini mendapatkan dukungan dari pimpinan dan juga anggaran tentunya. Jika masyarakat sudah berdaya dan mandiri tentu sedikit demi sedikit permasalahan Negeri ini akan menguap dengan sendirinya.

Pak Ali, Ketua Pokmaswas Kalijogo sudah tiba. Kami bergegas menuju Air Terjun. Rencana awal hanya satu air terjun yang akan dikunjungi. Rupanya Pak Ali mendapatkan informasi ada satu air terjun lagi yang bisa dikelola dan dimanfaatkan. Mengenai Air Terjun ini rupanya ada banyak nama penyebutan yang beragam. Masyarakat di Ledokombo menyebutnya Antrokan, ada juga yang menyebutnya tancak. Sedangkan di daerah Jawa Barat disebut Curug.

Air Terjun pertama yang kami kunjungi terdapat di daerah Slateng. Mendengar kata Slateng saya jadi khawatir, jangan-jangan Air Terjun ini yang berada persis di kaki gunung Raung. Tepatnya di Dusun Slerok, Desa Slateng dulu saya dan kawan-kawan Grebeg Sedekah pernah berada di sana di air terjun yang dijadikan salah satu sumber mata air Masyarakat Dusun Slerok. Ternyata di pertigaan besar pertama kami tidak belok kekanan menuju Slerok tapi masih lurus terus ke arah Sumberjambe. Lalu kami masuk (belok kanan) di pertigaan setelah Balai Desa Slateng menuju Dusun Tegalan. Di pertigaan terakhir belok kiri hingga perkampungan terakhir di Dusun Sumbergadung.

Sempat salah jalan, namun beruntung ada warga yang baik hati menunjukkan arah yang benar kepada kami. Setelah parkir sepeda motor di tegalan milik orang lantas kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kami kearah sungai di bawah. Tak selang berapa lama sudah tampak air terjun yang begitu gagahnya. Saya tentu sumringah sekali. Lupa dengan kepala yang masih sakit, segera saya lepas baju seragam dan menyisakan celana pendek yang memang sengaja saya pakai sejak dari rumah. Dan saya langsung mandi dibawah guyuran air terjun yang cukup deras. Sangat segar dan jernih. Duh, ini asli surga dan gak pake acara hidden-hidden an lagi. Anggap saja ini di samping rumah.

Menikmati Guyuran Air Terjun Sumbergadung

Menikmati Guyuran Air Terjun Sumbergadung

Setelah merasakan kesegarannya, saya mencoba mengamati sekeliling. Tempat ini sangat potensi untuk menjadi ekowisata. Pak Ali yang juga baru pertama kali ke tempat ini sangat antusias untuk mengelola tempat ini. Karena masih harus melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun di Sumberlesung segera kami sudahi aktifitas di Air Terjun Sumbergadung ini.

Air Terjun Sumbergadung

Air Terjun Sumbergadung

Air Terjun Sumbergadung

Air Terjun Sumbergadung

Di tempat parkir saya bertemu dua orang warga yang menanyakan apakah bertemu dengan dua orang dari kecamatan. Saya sampaikan bahwa sejak tadi tidak ada orang selain kami. Lalu saya kembali menanyakan apakah yang dimaksud itu dua orang yang menggunakan seragam khaky? Dua bapak tersebut mengangguk. Saya lantas tertawa, karena yang dimaksud Bapak-bapak itu adalah Saya dan Dino. Kebetulan saya tidak menggunakan seragam lagi lantaran celana pendek masih basah. Saya menyampaikan kalau kami dari Dinas Perikanan dan ingin mengelola air terjun supaya bisa dimanfaatkan warga. Bapak-bapak tersebut sangat senang mendengar apa yang saya sampaikan lalu menunjukkan arah rumah Pak Kampung.

Pak Ali Ketua Pokmaswas Kalijogo Ledokombo

Pak Ali Ketua Pokmaswas Kalijogo Ledokombo

Pak Kampung baru saja sampai dirumah ketika kami berhenti tepat di depan rumahnya. Setelah dipersilahkan masuk, saya segera menyampaikan bahwa kami dari Dinas Perikanan dan baru melihat air terjun. Pak Ismail bercerita bahwa setiap hari libur ada banyak sekali pengunjung yang datang untuk melihat air terjun. Saya menanyakan kepada Pak Ismail, manfaat apa yang diterima warga atas kunjungan para pengunjung air terjun. Dengan datar, Beliau menyampaikan bahwa warga Sumbergadung tidak mendapatkan keuntungan apapun dari aktifitas pengunjung yang melihat air terjun.

Saya sampaikan ke Pak Kampung bahwa kami dari Dinas Perikanan dan Pokmaswas Kalijogo berencana untuk membantu Warga Sumbergadung mengelola Air Terjunnya supaya mereka mendapatkan tambahan penghasilan dari aktifitas pengunjung. Bangunan rusak bekas milik perkebunan bisa dijadikan tempat parkir dan beberapa warung kopi. Kebetulan sebagian besar Warga Sumbergadung adalah Petani Kopi. Setiap orang akan dikenakan tiket masuk lima ribu rupiah per orang (parkir gratis) dan diberi tas plastik besar sebagai tempat sampah pengunjung. Diharapkan Air Terjun Sumbergadung tetap bersih dan lestari jika semua orang ikut bertanggung jawab atas sampahnya sendiri.

Pak Kampung sangat senang dan siap membantu. Koordinasi selanjutnya akan dilakukan langsung oleh Pokmaswas Kalijogo. Setelah menikmati segelas kopi asli dari Sumbergadung kami lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Sumberlesung.

Air Terjun Sumberlesung

Air Terjun Sumberlesung

Air Terjun Sumberlesung lokasinya agak dekat dengan jalan raya, tepatnya sekitar 1 km setelah Polo Lumpur Tanoker. Setelah titip parkir di rumah warga, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama 10 menit. Air Terjun Sumberlesung sangat deras. Kata Pak Ali, kedalaman airnya mencapai 4 meter lebih. Airnya juga keruh lantaran airnya bukan sumber asli tetapi saluran sungai. Untuk di air terjun Sumberlesung akan dicoba ditebar benih ikan untuk dijadikan tempat pemancingan.

Air Terjun Sumberlesung

Air Terjun Sumberlesung

Koordinasi dengan rumah di sekitar air terjun tetap perlu dilakukan sebagai upaya pemberdayaan terhadap masyarakat. Jangan sampai kita menikmati hasil alam mereka namun mereka kebagian sampah kita. Jadi, mari kita blakrak’an sambil memberdayakan masyarakat sekitar.

6 thoughts on “Air Terjun Sumbergadung”

  1. Pemuda sumber gadung siap mengelola air terjun sumber gadung. Dan sekarang dalam proses pemberdayaan. Kami atas nama pemuda sbr gadung minta bimbingan mas untuk membantu mengelola. Dan sekiranya mas bisa menghadiri lokasi air terjun sumbr gadung untuk koordinasi lebih lanjutnya. Terima atas perhatiannya

    1. Mas Zaenul. Makasih sudah baca artikel ini. Saya sebelumnya sudah ngobrol banyak dengan Pak Kampung. Lebih lanjut sebaiknya kita ngobrol di WA. Nomer saya 081358660110

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *